HADANG PERJALANAN SI CORONA

Oleh : Nanik Sri Rahayu, S.Pd., M.Pd.

Situasi sekarang tidak lepas dari situasi pandemi Corona. Jumlah pasien positif  Corona semakin banyak, dan jumlah kematian akibat virus inipun semakin meningkat. Sejumlah daerah mengambil inisiatif menetapkan aturan jam malam, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bahkan jika situasi semakin membahayakan akan diberlakukan pembatasan sosial yang diiringi darurat sipil–status kedaruratan. Oleh karena itu, pembentukan Satgas atau Gugus Tugas Tanggap Corona, termasuk penyiapan tempat karantina menjadi kebutuhan primer.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Gejala Virus Corona (COVID-19)

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa berupa gejala flu, seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala bisa memberat seperti mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona. Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  1. Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin
  2. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
  3. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:

  1. Rapid test sebagai penyaring
  2. Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
  3. Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan:

  1. Terapkan physical distancing
  2. Gunakan masker saat beraktivitas
  3. Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer 
  4. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
  5. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  6. Hindari kontak dengan penderita atau orang yang dicurigai menderita COVID-19.
  7. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin
  8. Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  9. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.

Orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan) harus melakukan isolasi diri agar virus ini tidak menular ke orang lain. Orang yang sehat juga harus membatasi aktivitas di luar dan banyak di rumah (stay at home). Pekerjaan sebisa mungkin dikerjakan di rumah termasuk belajar bagi siswa. Jika semua lini disiplin dalam protokoler penanganan COVID-19 niscaya keadaan ini akan cepat berakhir.

Referensi

  • https://www.alodokter.com/virus-corona
  • https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-52109439
  • https://www.gatra.com/detail/news/473248/kebencanaan/pencegahan-corona-marwan-kebijakan-harus-sampai-level-desa